ni anak punk satu dan hanya satu satunya d bonjer karanganyarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Pada suatu sore seorang suami berbincang-bincang dengan istrinya mengenai manajemen emosi yang dilakukan istrinya.
Suami: “Pada saat aku marah-marah sama kamu, kamu tidak pernah sekalipun melawan aku. Caranya bagaimana sih melakukan kontrol atas kemarahan kamu. Kok bisa?”
Istri: “Bisa, setiap kali kamu marah sama aku, aku langsung pergi membersihkan toilet.”
Suami: “Wah, kok bisa, apa hubungannya membersihkan toilet dengan manajemen emosi?”
Istri: “Aku membersihkan toilet pakai sikat gigimu…”
Seorang gadis cantik didekati oleh seorang pemuda sambil senyum-senyum, dengan pedenya si pemuda menyapa,
“Hai…”,
Gadis itu tersenyum sambil berkata, “Kayak kenal ya…”
“Ah masa, dimana??” jawab pemuda sambil menyisir rambut.
“Beneran kayak kenal…pot!” ketus sang cewek sambil berlalu.
“Doni, kamu tidak boleh mengajari burung beo kita dengan kata-kata yang jorok!”
“Ah … enggak kok Mam! Doni cuma kasih tahu burung Beo kita kata- kata yang tidak sopan untuk diucapkan.”
Pada waktu pacaran…
Wanita: “Bang, saya tak pandai masak.”
Laki-laki: “Tak apa, biar abang yang masak.”
Awal pernikahan…
Istri: “Bang, saya belum bisa masak.”
Suami: “Tak apa, yuk kita makan di luar. Di restoran itu masakannya enak-enak.”
Beberapa tahun kemudian…
Istri: “Bang, saya tetap belum bisa masak!”
Suami: “Bakar saja, tuh dapur!”
Sepasang suami-istri yang melarat berkeinginan menjadi kaya. Si istri yang suka mengomel berkata kepada suaminya: “Sana, pergi cari pesugihan supaya kita kaya!”
Sang suami yang kalem manut.
Berdasarkan saran sahabatnya, si suami pergi ke sebuah gunung yang bergua-gua. Dia gua itu ia bertapa selama 40 hari 40 malam untuk mendapatkan pesugihan. Untung dia tidak mati.
Akhirnya, pesugihan itu ia dapatkan. Seorang roh halus memberinya pesugihan. Bentuknya lucu: daun mangga dibungkus koran. Mulanya si suami tak percaya kalau benda ini bisa jadi pesugihan, namun roh halus meyakinkan: “Ini benar-benar pesugihan, Nak. Apapun yang kauingin dapatkan, katakan itu dengan nyaring, lalu kau banting pesugihan ini. Maka seisi rumahmu akan penuh dengan apa yang kaukatakan.”
Si suami berandai-anadai akan berteriak “Uang!” begitu bertemu istrinya. “Uang, uang, uang,” itulah yang selalu dipikirkannya. “Aku akan berkata uang!!! uang!!! uang!!! sebelum membanting pesugihan ini.”
Begitu tiba, si istri menyambut si suami dengan penuh harap. Ketika si suami menunjukkan pesugihan yang didapatnya, si istri kaget setengah lemas.
“Lho, barang jelek begini kok disebut pesugihan!? Kayak begini ini namanya pesugihan, tai!!!” katanya sambil membanting pesugihan itu.
Sejak saat itu mereka jadi tambah miskin lagi karena tak punya harta. Rumah mereka jadi penuh tai..hi..hi..hi..